Friday, January 20, 2012

Midi Tutorial: 04 - Mengcopy Midi Event ke Track Lain

Data yang ada pada midi disebut juga midi events. Kali ini kita akan mencoba mengcopy data pada track midi yang telah kita buat pada tutorial sebelumnya ke track baru. Cara untuk mengcopy adalah sebagai berikut
  1. Click nomor track yang akan di copy
  2. Pilih bagian yang akan di copy pada time ruler
  3. Click nomor track yang akan dituju
  4. Click time ruler pada posisi yang akan dituju kemudian paste
Agar suara dari beberapa instrument tidak saling berbenturan atau tumpang tindih maka sebaiknya dilakukan pengaturan panning yaitu menempatkan posisi suara di sebelah kiri (L=0), center atau kanan (R=128) sehingga suara akan terdengar lebih stereo. Dan berikut ini adalah demo videonya:





Baca juga

Midi Tutorial: 03 - Merangkai melodi

Kali ini akan dipertunjukkan demo cara untuk merangkai melodi pada midi menggunakan Onyx Arranger. Sambil belajar merangkai melodi pada demo kali ini diperkenalkan beberapa tips tentang: 
  • Menambah dan menghapus track midi
  • Membuat dan mengedit not midi
Cara Membuat Not Midi
  
Gunakan draw tool (bergambar pensil) untuk membuat not midi dan eraser tool untuk menghapus not.
Pilih durasi yang sesuai.
Aturlah snap setting untu memudahkan penempatan cursor secara tepat pada posisi yang dituju. Saya biasanya menggunakan 1/16. Gunakan nilai yang lebih rapat untuk merangkai nada yang lebih rapat.
  
Cara Mengedit Not Midi
  
Mengedit not midi bisa dilakukan dengan 2 cara:
  • Click kanan kemudian mengedit melalui note properties, atau
  • Menggeser ujung kiri untuk mengedit start time, menggeser ujung kanan untuk mengedit durasi, atau menggeser ke atas dan ke bawah untuk mengedit pitch.


  
Baca juga
   
Midi Tutorial Menggunakan Onyx Arranger
Tutorial 01 - Introduction to Onyx Arranger
Tutorial 02 - Membuat Track Drums
Tutorial 04 - Mengcopy Midi Event ke Track Lain
Tutorial 05 - Membuat Bass Line
Tutorial 06 - Menyusun Chord

Midi Tutorial: 02 - Membuat Track Drums

Ini adalah saatnya saya ajak sobat untuk membuat midi pertama sobat dengan menggunakan Onyx Arranger. Setiap kali kita membuat document (midi) baru maka akan tersedia satu track midi.  Kita akan menggunakannya untuk track Drums.  Jadi untuk kali ini sobat tidak perlu berpikir tentang nada tapi cukup bermain dengan ritme.

Ketika pertama membuka document baru maka pada Song Manager Pane akan berisi data default untuk scale, chord, fill, dan OOstyle. Hapus saja data tersebut dengan cara click kanan untuk setiap data kemudian delete, atau dengan cara diblock kemudian cut. Jika sobat menggunakan Onyx Arranger versi yang lain dan tidak menemukan hal tersebut maka lanjutkan saja ke step berikutnya.

Yang perlu diperhatikan di dalam membuat track drums adalah:
Drums harus berada di Channel Nomor 10. 
Sedangkan track untuk instrument lainnya sobat bisa memilih nomor channel secara bebas
  
Untuk menampilkan instrument drums pada diagram piano roll maka harus diset pada kolom type track yaitu:    type = Drums1 atau drum2. 
maka akan muncul konversi nada untuk instrument drum pada piano roll, misalnya C3 = Bass Drum1, D3 = Acoustic snare,  dan seterusnya.
   
Sambil mengikuti contoh yang diperagakan pada demo, sobat bisa mencoba membuat style drum sesuai selera sobat atau menirukan style drum dari lagu favorit sobat. Selanjutnya sobat bisa merubah tempo lagu dengan menggunakan tool yang ada pada tempo toolbar. 

Bermain drums berarti bermain ritme yaitu memainkan berbagai instrument drum secara teratur dan berulang dari satu bar ke bar berikutnya dan diakhiri dengan fill. Oleh sebab itu pada tutorial ini dipertunjukkan cara mengcopy data midi dari satu bar ke bar berikutnya.
  
Mengcopy data midi
  • click nomor track yang akan dicopy
  • pilih bagian yang akan dicopy pada time ruler
  • right click kemudian copy
  • tempatkan cursor pada posisi time ruler yang dituju
  • right click kemudian paste
  • gunakan repetition untuk mengcopy beberapa kali secara sekaligus
Dan berikut ini adalah video demonya:




Baca juga:

Midi Tutorial Menggunakan Onyx Arranger
Tutorial 01 - Introduction to Onyx Arranger
Tutorial 03 - Merangkai Melodi
Tutorial 04 - Mengcopy Midi Event ke Track Lain
Tutorial 05 - Membuat Bass Line
Tutorial 06 - Menyusun Chord

Midi Tutorial: 01- Introduction to Onyx Arranger

Posting ini adalah tutorial awal dimana pada tahap ini saya akan mengenalkan kepada sobat gambaran sekilas tentang fitur dan cara menjalankan Onyx Arranger.
  
Jika ini merupakan kali pertama sobat menjalankan Onyx Arranger, maka yang terbaik pada tahap awal ini adalah sekedar tahu dan mengenal cara menjalankan program, menjalankan beberapa perintah sederhana, mengenal struktur program: menu, view, pane, toolbar.
  
Pada Onyx Arranger ada beberapa View, namun yang terpenting adalah:
  • Main View, bagian utama program yang pertama muncul ketika program dibuka
  • Piano Roll View, tempat mengedit not dan mengedit parameter midi (volume, panning, attack, modulasi dll) yang di dalam midi disebut dengan istilah Controller. Controller ditampilkan pada Controller Pane dalam bentuk garis atau kurva
Pada Main View dan Piano Roll View terdapat beberapa sub-window yang disebut pane, yang dipisah oleh garis pembatas yang bisa digeser (drag) sesuai kebutuhan.
  
Pada Meassure Pane terdapat garis waktu yang ditampilkan dalam satuan :
          bar : beat : tick , 
          dimana 1 beat = 960 tick
  
Pada demo dapat dilihat bahwa file midi terdiri dari beberapa track, dimana setiap track dihubungkan dengan channel midi. Ada beberapa pilihan suara instrument (patch) yang bisa digunakan pada track tersebut. 
  
Sambil mengikuti tutorial ini sobat bisa mencoba membuka file midi, memainkan midi, memainkan secara berulang (Loop), dan memainkan satu atau beberapa track pada mode Solo. Selanjutnya silahkan berpindah dari Main View ke Piano Roll View dan sebaliknya sambil mengamati pane dan tools yang ada.
  



Pada demo ditampilkan midi lagu 'Terlalu Lama - Vierra'.  Pada tahap berikutnya saya akan berbagi pengetahuan tentang bagaimana cara membuat midi lagu tersebut step-by-step.

Baca juga:

Midi Tutorial Menggunakan Onyx Arranger
Tutorial 02 - Membuat Track Drums
Tutorial 03 - Merangkai Melodi
Tutorial 04 - Mengcopy Midi Event ke Track Lain
Tutorial 05 - Membuat Bass Line
Tutorial 06 - Menyusun Chord

Midi Tutorial Menggunakan Onyx Arranger

Sebelumnya saya permisi kepada para sobat yang sudah jago dalam hal midi. Pada kesempatan kali ini saya hanya ingin berbagai pengetahuan tentang cara membuat midi menggunakan Onyx Arranger kepada mereka yang belum paham tentang midi namun memiliki keinginan kuat untuk belajar midi.
  
Bagi para sobat yang awam tentang software musik, khususnya midi, maka belajar software sendiri dengan hanya membaca petunjuk software pasti akan menemui banyak kesulitan. Belajar dari kawan yang sudah bisa adalah cara yang lebih baik. Namun kalau teman sobat juga sama awamnya, maka mengikuti tutorial di TujuNada ini adalah salah satu solusinya 

Banyak sekali software midi yang bisa ditemukan di internet mulai dari yang free, yang share, sampai yang bayar, mulai dari yang berukuran Mega sampai yang berukuran Giga. Namun saya pilih Onyx Arranger dengan alasan

  • Software ini ringan, ukurannya cukup kecil namun fiturnya cukup lengkap, tidak kalah dengan software midi lainnya.
  • Sobat bisa download di situs aslinya
  • Penataan menu dan cara membuat midi banyak kesamaan dengan software midi pada umumnya
  • Nanti kalau sobat sudah menguasai software ini, maka sobat tidak akan mengalami kesulitan kalau berpindah menggunakan software musik lainnya.
Sobat bisa membaca fitur Onyx Arranger disini
Di dalam tutorial ini saya tidak banyak bicara tentang teori-teori yang menjemukan yang tidak ada bedanya dengan membaca manual software, tapi saya akan memberikan tutorial dengan cara langsung mengajak sobat untuk berkreasi membuat midi lagu. Tentu saja dimulai dari yang paling sederhana kemudian secara bertahap akan diperkenalkan ha-hal baru tentang midi dan tentang Onyx Arranger.
  
Tutorial Midi disajikan dalam bentuk flash video agar lebih informatif. Semua petunjuk dan langkah-langkah ditampilkan langsung pada video demo, disertai beberapa catatan kecil pada setiap posting tutorial. Sebelumnya saya mohon maaf kalau kualitas suara pada video agak mengganggu pendengaran sobat, karena audionya saya compress untuk memperkecil file serta kemampuan saya untuk membuat video memang terbatas. Kalau ada kesempatan, secara bertahap saya akan berusaha meng-update dan terus menambah materi pada tutorial ini.
Materi Tutorial Midi yang akan diberikan di TujuNada ini adalah

Tuesday, December 20, 2011

Reverb / Reverberation

Reverb atau yang sehari-hari kita kenal dengan istilah gema atau pantulan suara merupakan cara suatu gelombang suara memantul pada suatu permukaan hingga sampai pada pendengar. Ketika suara dihasilkan dari sumber suara, selain ada  signal suara yang langsung ke arah pendengar (direct signal / dry), ada bagian suara yang dipantulkan beberapa kali ke berbagai arah sampai akhirnya menghilang.
  
Jika suara dipantulkan pada suatu permukaan maka
- suara akan sampai ke pendengar dalam waktu yang lebih lama
- energi suara akan semakin berkurang
  
Biasanya kita tidak menyadari keberadaan reverb, namun kita bisa merasakan apakah suara itu berada di ruang terbuka atau di ruang tertutup. Ukuran ruangan berpengaruh terhadap waktu reverb. Semakin besar ruangan menghasilkan waktu reverb yang lebih besar. Selain itu kekuatan bunyi pantulan tergantung sifat meterial di sekitar suara.


Menggunakan Effect Reverb
  
Efek reverb banyak dipakai pada rekaman musik baik dengan menggunakan suatu peralatan ataupun dengan menggunakan software untuk audio processing.
  
Ada beberapa alasan untuk menggunakan reverb:
  1. Agar suara terdengar lebih alami. Suara yang dihasilkan di studio rekaman dengan reverb yang sangat kecil terkesan kurang natural sehingga perlu ditambahkan efek reverb
  2. Untuk memperbaiki suara. Biasanya pada rekaman vocal ditambahkan reverb agar suara terdengar lebih berisi dan lebih indah serta untuk menghaluskan atau menyamarkan fluktuasi vokal.
  3. Untuk memberi efek tertentu
Reverb merupakan efek audio yang paling umum karena banyak dipakai di studio musik maupun televisi. Efek ini mudah digunakan dan cukup efektif. Penggunaan efek reverb yang tepat bisa memberikan efek yang mengagumkan pada suara penyanyi, namun reverb yang berlebihan justru membuat suara menjadi tidak jelas bahkan konyol.


Beberapa Parameter Reverb Digital
  
Saat ini banyak tersedia vst efek untuk reverb yang mampu mensimulasikan dengan baik efek reverb pada berbagai kondisi ruangan. Untuk bisa menggunakan efek reverb dengan optimal perlu dipahami beberapa parameter berikut:
  
Early Reflections
Biasanya dikontrol dengan parameter : type ruangan dan ukuran ruangan. Early reflection memungkinkan otak manusia untuk mengenali ukuran ruangan. Ini merupakan bagian terpenting pada reverb.
  
Predelay
adalah selisih waktu antara suara langsung dengan suara pantulan yang sampai ke pendengar. Semakin besar ruangan maka predelay akan semakin besar.
  
Reverb Time
Pada umumnya Reverb Time didefinisikan sebagai waktu yang diperlukan oleh bunyi reverb sampai levelnya berkurang 60dB dibawah level suara aslinya atau dikenal dengan istilah RT60.  Semakin besar ukuran suatu ruangan tertutup serta semakin keras level suara maka akan menghasilkan reverb time yang semakin besar. Beberapa efek reverb menyediakan pengaturan reverb time untuk frekuensi suara yang berbeda-beda.
  
Absorption
Parameter ini menggambarkan penyerapan suara oleh permukaan dinding ruangan. Jenis bahan dan kondisi permukaan dinding ruangan mempengaruhi penyerapan suara sehingga menghasilkan efek reverb yang berbeda-beda.
  
Contoh vst efek untuk reverb bisa ditemukan di: vst collection for reverb

Wednesday, December 14, 2011

Pengertian Attack, Decay, Sustain, Release (ADSR)

Sobat pasti sering menemukan istilah attack, decay, sustain, dan release  (sering disingkat dengan ADSR) pada aplikasi musik atau vst yang sobat pakai. Mungkin masih banyak di antara sobat yang belum paham tentang ADSR. Ketika dihadapkan dengan setting ADSR, seringkali kita hanya main coba-coba putar tombol-tombol ADSR tanpa memahami betul apa sebenarnya fungsi masing-masing tombol tersebut. Hanya mengendalkan kepekaan telinga tanpa memahami fungsi sebenarnya membuat konsentrasi pendengaran kita kurang fokus pada hal yang seharusnya kita cermati. Memahami pengertian ADSRdengan benar tentu akan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas audio seperti yang sobat inginkan. 

ENVELOPE
Salah satu karakteristik untuk mengidentifikasi suara adalah envelope suara, yaitu naik turunnya volume suara dari suatu nada. Ketika suatu nada dimainkan, pada mulanya volume suara naik dan bertahan sesaat kemudian menghilang perlahan. Pada umumnya envelope suara terdiri dari 4 komponen, yaitu: attack, decay, sustain dan release. 


ATTACK
Attack adalah cara bagaimana suara dimulai. Pada fase ini volume bergerak naik dari hening sampai mencapai puncak. 

DECAY
Setelah attack, volume suara akan turun sampai pada level medium. Penurunan ini disebut decay.

SUSTAIN
Setelah decay, suara akan bertahan pada level medium. Bagian ini disebut sustain.

RELEASE
Pada bagian ini volume suara turun dan kemudian menghilang. 


Setiap instrument musik mempunyai karakteristik envelope yang berbeda. Pada alat musik perkusi, misalnya drum, mempunya suara yang sangat pendek, sehingga hanya mempunyai attack dan decay yang sangat cepat. Pada instrument lainnya, misalnya organ dan biola, suara yang dihasilkan bisa bertahan lebih lama. Bunyi tersebut mempunyai attack yang lambat dan sustain yang lama. Bunyi petikan gitar dan crash cymbal mempunyai attack yang cepat dan release yang lambat.