Showing posts with label Teori Dasar Musik. Show all posts
Showing posts with label Teori Dasar Musik. Show all posts

Wednesday, December 14, 2011

Pengertian Attack, Decay, Sustain, Release (ADSR)

Sobat pasti sering menemukan istilah attack, decay, sustain, dan release  (sering disingkat dengan ADSR) pada aplikasi musik atau vst yang sobat pakai. Mungkin masih banyak di antara sobat yang belum paham tentang ADSR. Ketika dihadapkan dengan setting ADSR, seringkali kita hanya main coba-coba putar tombol-tombol ADSR tanpa memahami betul apa sebenarnya fungsi masing-masing tombol tersebut. Hanya mengendalkan kepekaan telinga tanpa memahami fungsi sebenarnya membuat konsentrasi pendengaran kita kurang fokus pada hal yang seharusnya kita cermati. Memahami pengertian ADSRdengan benar tentu akan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas audio seperti yang sobat inginkan. 

ENVELOPE
Salah satu karakteristik untuk mengidentifikasi suara adalah envelope suara, yaitu naik turunnya volume suara dari suatu nada. Ketika suatu nada dimainkan, pada mulanya volume suara naik dan bertahan sesaat kemudian menghilang perlahan. Pada umumnya envelope suara terdiri dari 4 komponen, yaitu: attack, decay, sustain dan release. 


ATTACK
Attack adalah cara bagaimana suara dimulai. Pada fase ini volume bergerak naik dari hening sampai mencapai puncak. 

DECAY
Setelah attack, volume suara akan turun sampai pada level medium. Penurunan ini disebut decay.

SUSTAIN
Setelah decay, suara akan bertahan pada level medium. Bagian ini disebut sustain.

RELEASE
Pada bagian ini volume suara turun dan kemudian menghilang. 


Setiap instrument musik mempunyai karakteristik envelope yang berbeda. Pada alat musik perkusi, misalnya drum, mempunya suara yang sangat pendek, sehingga hanya mempunyai attack dan decay yang sangat cepat. Pada instrument lainnya, misalnya organ dan biola, suara yang dihasilkan bisa bertahan lebih lama. Bunyi tersebut mempunyai attack yang lambat dan sustain yang lama. Bunyi petikan gitar dan crash cymbal mempunyai attack yang cepat dan release yang lambat.

Friday, June 10, 2011

Circle of Fifths: Magical Chords Diagram

Circle of Fifths atau lingkaran kunci adalah suatu diagram berbentuk lingkaran dilengkapi dengan 12 kunci musik yang sangat berguna di dalam belajar dan menulis musik. Beberapa kegunaan serta keunikan circle of fifths adalah sebagai berikut:
  
Menemukan chord utama

Tiga Chord Utama dari suatu kunci bisa ditemukan dengan cara mencari kunci tersebut pada diagram kemudian  melihat huruf sebelum dan sesudahnya. Misalnya pada kunci C, huruf sebelum dan sesudahnya adalah F dan G, maka tiga chord utamanya adalah : C - F - G. Begitu juga kunci G, tiga chord utamanya adalah: G - C - D dan seterusnya.
 
Menemukan nada ke-5 (perfect 5th)
  
Jika kita melihat salah satu kunci pada diagram tersebut kemudian bergerak satu langkah searah jarum jam, maka akan ditemukan nada ke-5 untuk kunci tersebut. Misalnya untuk kunci-C nada ke-5 adalah G, begitu pula pada kunci G  nada ke-5 adalah D dan seterusnya
  
Sebagai Pedoman untuk Menulis atau Mengetahui Kunci Lagu
  
Kunci suatu lagu pada music sheet, dapat dilihat dari jumlah simbol flat (b) atau sharp (#) pada awal staff sesudah tanda clef. Dari diagram lingkaran dapat dilihat misalnya kunci G memiliki 1 tanda #, kunci A memiliki 3 #, kunci E memiliki 4 # dan seterusnya.

Friday, June 3, 2011

Tiga Chord Utama

Chord Utama (primary chord) atau disebut juga chord I, IV, V dari suatu kunci adalah chord mayor pada not ke I, IV, V pada scale mayor kunci tersebut. Chord utama bisa digunakan untuk memainkan harmoni ribuan lagu. 

Gunakan scale mayor untuk menempatkan chord I, IV ,V. Misalnya untuk scale-C mayor : 
  
C - D - E - F - G - A - B - C
   
Not ke 1, 4, dan 5 untuk scale tersebut adalah: C, F dan G, 
maka chord utama pada scale-C adalah:          C mayor, F mayor, G mayor.

Chord utama untuk 12 kunci
  
Setiap kunci punya chord utama sendiri. Berikut adalah daftar chord utama untuk 12 kunci:

A, D, E

Bb, Eb, F

B, E, F#

C, F, G

Db, Gb, Ab

D, G, A

Eb, Ab, Bb

E, A , B

F, Bb, C

F#, B, C#

G, C, D

Ab, Db, Eb

Teori Dasar Musik: Chord Mayor

Chord adalah beberapa nada yang bila dimainkan bersamaan atau hampir bersamaan terdengar harmonis. Chord bisa dimainkan secara bersamaan atau terputus-putus. Chord digunakan untuk mengiringi suatu lagu.
 
Chord Mayor
  
Chord major terdiri dari tiga nada dengan jarak interval di antara nadanya: 2 - 1 1/2.
misalnya chord C mayor = C - E - G
Notasi : C, atau CM, atau Cma
Chord mayor dapat dengan mudah dikenali dari suaranya karena bernuansa ceria. Chord mayor bisa digunakan untuk memainkan ribuan lagu mulai dari lagu klasik hingga lagu-lagu yang populer saat ini.
 
12 Kunci Chord Mayor
  
Di bawah ini ada diagram piano untuk chord mayor. Jika diperhatikan dengan seksama diagram tersebut, ada sebuah pola yang bisa membantu untuk mengenali keduabelas chord mayor.
  • Tiga chord pertama tersusun dari 3 tombol putih. Chord ini adalah: C mayor, F mayor, dan G mayor.
  • Tiga chord kedua tersusun dari tombol: putih - hitam - putih. Chord ini adalah: D mayor, E mayor, dan A mayor.
  • Tiga chord ketiga tersusun dari tombol: hitam - putih - hitam. Chord ini adalah: Db mayor, Eb mayor, dan Ab mayor.
  • Tiga chord terakhir adalah chord yang aneh. Gb mayor tersusun dari 3 tombol hitam, Bb mayor tersusun dari tombol hitam - putih - putih, sedangkan B mayor tersusun dari tombol: putih - hitam - hitam
  
Chord mayor diatas disebut chord dasar. Chord tersebut bisa dibalik urutannya:
balikan pertama ditulis C on E atau (C/E) dengan urutan: E - G - C' 
balikan kedua ditulis C on G atau (C/G) dengan urutan: G - C' - E'